MODEL EKUITAS MEREK (BRAND EQUITY) BERBASIS KEPERCAYAAN SANTRI DAN WALI SANTRI KAJIAN FENOMENOLOGIS DI PESANTREN
Keywords:
Ekuitas Merek Pesantren, Kepercayaan Santri dan Wali Santri, Hybrid TrustAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepercayaan santri dan wali santri membentuk model ekuitas merek brand equity pesantren melalui pendekatan fenomenologis. Menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, penelitian ini berfokus pada Pondok Pesantren Mukhtar Syafaat yang dipimpin oleh KH. Ahmad Qusyairi Syafa’at, seorang ulama kharismatik yang memadukan dimensi spiritual, sosial, dan kultural dalam membangun citra lembaga. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima kelompok informan utama: pengasuh pondok, ketua bidang pendidikan, guru diniyyah, santri, dan wali santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekuitas merek pesantren terbentuk melalui relasi religius-emosional yang kuat antara kiai, santri, dan wali santri, di mana kepercayaan, penghormatan, dan keberkahan menjadi fondasi legitimasi sosial pesantren. Selain itu, temuan menunjukkan adanya digital trust yang memperkuat trust branding melalui transparansi digital seperti sistem e-payment, publikasi laporan online, dan live streaming pengajian. Kombinasi antara tradisi religius dan transparansi digital ini membentuk konsep hybrid trust, yakni pola kepercayaan baru yang menggabungkan otentisitas spiritual dengan keterbukaan modern. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman tentang ekuitas merek berbasis kepercayaan dalam konteks pendidikan Islam; sedangkan secara praktis, hasilnya menjadi rujukan strategis bagi pesantren dalam membangun reputasi dan legitimasi melalui sinergi nilai tradisi dan inovasi digital.