MANAJEMEN STRATEGI DALAM MEMBANGUN BUDAYA AKADEMIK DI PESANTREN (Studi atas Pondok Pesantren Darussalam Bloakagung Banyuwangi)
Keywords:
Pesantren, Budaya Akademik, Manajemen StrategiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen dalam membangun budaya akademik di Pesantren Darussalam Blokagung. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Adapun analisis datanya menggunakan proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pondok Pesantren Darussalam Blokagung mengaktualisasikan penerarapan manajemen strategi sehingga terbentuk budaya akademik di pesantren. Jika ada pendapat yang mengungkapkan bahwa budaya akademik adalah sebagai salah satu subsistem pada Perguruan Tinggi, maka berdasarkan fakta empiris akademik adalah budaya yang universal artinya, dimiliki oleh setiap orang yang melibatkan dirinya dalam akademik. Pesantren adalah salah satu sumber ilmu, terlebih di Indonesia. Hampir disetiap kabupaten terdapat sebuah pesantren, dari yang berpenghuni puluhan sampai pada ribuan santri. Corak pendidikan yang ditawarkan pun beranekaragam, dari yang berbentuk modern dengan keahlian bahasa asing sebagai program ungguatau atau fokus pendalaman kitab-kitab kuning. Lulusan Pesantren juga sudah banyak andil dalam pengambil kebijakan di tingkat daerah atau pusat ataupun aktif sebagai akademisi. Melihat dari fenomena tersebut,dapat dismpulkan bahwa masyarakat pesantren bahkan pesantren itu sendiri sudah lama menerapkan budaya akademik baik secara terstruktur atau tidak terstruktur. Sementara, strategi manajemen Pesantren Darussalam Bloakgung dalam hal membangun budaya akademik di pesantren adalah dengan terwujudnya regulasi yang baik antara pimpinan pesantren dengan seluruh komponen yang ada dalam pesantren dalam melaksanakan tahapan- tahapan manajemen strategi yang terdiri dari 1) perencanaan; 2) penetapan misi dan tujuan; 3) pilihan dan pelaksanaan ; dan 5) evaluasi atau pengendalian strategi sehingga budaya baca, menulis dan diskusi keilmuan, serta optimalisasi terhadap budaya berfikir dan pengabdian masyarakat oleh santri terpantau meningkat. .