This is an outdated version published on 2023-08-01. Read the most recent version.

DAKWAH ISLAM PASCA WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW

Authors

  • maskur Maskur Institut Agama Islam Darussalam Blokagung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30739/jkaka.v3i2.2435

Keywords:

Dakwah Islam, Khalifah ar-rasyidin

Abstract

Pasca  Nabi  Muhammad  SAW  wafat  status  sebagai  Rasulullah tidak dapat diganti oleh siapapun, akan tetapi kedudukan Rasulullah SAW. Sebagai pemimpin kaum muslimin harus tergantikan. Peradaban Islam Periode Al-Khulafa’ Al-Rasyidin. Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 12 Rabiulawal tahun 11 H atau tanggal 8 Juni 632 M. Sesaat setelah beliau wafat, situasi di kalangan umat Islam sempat kacau. Hal ini disebabkan Nabi Muhammad SAW tidak menunjuk calon penggantinya secara pasti. Dua kelompok yang merasa paling berhak untuk dicalonkan sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW adalah kaum Muhajirin dan Anshar. Terdapat perbedaan pendapat antara kaum Muhajirin dan Anshar karena kaum Muhajirin mengusulkan Abu Bakar as Shiddiq, sedangkan kaum Anshar mengusulkan Sa’ad bin Ubadah sebagai pengganti nabi Muhammad SAW. Perbedaan pendapat antara dua kelompok tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara damai setelah Umar bin Khatab mengemukakan pendapatnya. Selanjutnya, Umar menegaskan bahwa yang paling berhak memegang pimpinan sepeninggal Rasulullah adalah orang-orang Quraisy. Alasan tersebut dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adnan Muhammad, Wajah Islam Periode Makkah-Madinah. 2019.Vol.5.

Cendikia:Jurnal Study Keislaman. al-Usairi Ahmad, Sejarah Islam. 2003.Jakarta: Akbar Media

Al-Baladzuri, Fatuhul Buldam, Jilid V, Mesir: Maktabah An-Nahdah Al- Misriyah.

Al-Harafi Salamah Muhammad, Sejarah dan Peradaban Islam, 2016.Jakarta:Pustaka Al-Kautsar.

Amin Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam. 2010. Jakarta:

Amzah Aziz, A., & Saihu, S. (2019). Interpretasi Humanistik Kebahasaan: Upaya Kontekstualisasi Kaidah Bahasa Arab. Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab,

Bakri Syamsul, Peta Sejarah Peradaban Islam. 2011.Jogjakarta: Fajar Media Pres.

Haikal Muhammad Husein, Umar bin Khatthab sebuah teladan mendalamtentang pertumbuhan Islam dan kedaulatannya, 2002. Bogor: Pustaka Lintera Antar Nusa.

HAMKA, Sejarah Umat Islam. 2016. Jakarta: Gema Insani. Ilahi Wahyu dan Harjani Hefni, Pengantar Sejarah Dakwah.

Ismail Faisal, Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VII-XIIIM), 2017. Yogyakarta:IRCiSoD.

Murad Musthafa, Kisah Hidup Umar Ibn Khattab. 2007. Jakarta: Penerbit Zaman.

Musyfifah Athiyah Musthafa, Al-Qadha fi Al-Islam, cet 1: Asy-Syarqul Austh.

Pulungan Suyuti, Sejarah Peradaban Islam. 2018. Jakarta: Bumi Aksara

Ronaldo, R., Zulfikar, A., Saihu, Ismail, & Wekke, I. S. (2020).

International relations of the asia pacific in the age of trump. Journal of Environmental Treatment Techniques,

Saihu, M. (2019). Urgensi ‘Urf dalam Tradisi Male dan Relevansinya dalam Dakwah Islam di Jembrana-Bali. Jurnal Bimas Islam.

Saihu, M. (2019). Merawat Pluralisme Merawat Indonesia (Potret Pendidikan Pluralisme Agama Di Jembrana-Bali). Deepublish.

Saihu, M. M., & Aziz, A. (2020). Implementasi Metode Pendidikan Pluralisme Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Belajea; Jurnal Pendidikan Islam, Islamiyyah tangerang selatan. Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman.

Saihu, S. (2019). Komunikasi Pendidik Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Khusus Asy-Syifa Larangan. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam,

Saihu, S. (2019). Konsep Manusia Dan Implementasinya Dalam Perumusan Tujuan Pendidikan Islam Menurut Murtadha Muthahhari. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam,

Saihu, S. (2019). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan lokal (Studi Di Jembrana Bali). Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam.

Saihu, S. (2019). Pendidikan Pluralisme Agama: Kajian tentang Integrasi Indo-Islamika

Downloads

Published

2023-08-01

Versions

Issue

Section

Articles

Citation Check