DAKWAH ISLAM PASCA WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW
DOI:
https://doi.org/10.30739/jkaka.v3i2.2435Keywords:
Khalifah ar-rasyidin, Dakwah IslamAbstract
Pasca Nabi Muhammad SAW wafat status sebagai Rasulullah tidak dapat diganti oleh siapapun, akan tetapi kedudukan Rasulullah SAW. Sebagai pemimpin kaum muslimin harus tergantikan. Peradaban Islam Periode Al-Khulafa’ Al-Rasyidin. Nabi Muhammad SAW wafat pada tanggal 12 Rabiulawal tahun 11 H atau tanggal 8 Juni 632 M. Sesaat setelah beliau wafat, situasi di kalangan umat Islam sempat kacau. Hal ini disebabkan Nabi Muhammad SAW tidak menunjuk calon penggantinya secara pasti. Dua kelompok yang merasa paling berhak untuk dicalonkan sebagai pengganti Nabi Muhammad SAW adalah kaum Muhajirin dan Anshar. Terdapat perbedaan pendapat antara kaum Muhajirin dan Anshar karena kaum Muhajirin mengusulkan Abu Bakar as Shiddiq, sedangkan kaum Anshar mengusulkan Sa’ad bin Ubadah sebagai pengganti nabi Muhammad SAW. Perbedaan pendapat antara dua kelompok tersebut akhirnya dapat diselesaikan secara damai setelah Umar bin Khatab mengemukakan pendapatnya. Selanjutnya, Umar menegaskan bahwa yang paling berhak memegang pimpinan sepeninggal Rasulullah adalah orang-orang Quraisy. Alasan tersebut dapat diterima oleh kedua belah pihak.
Downloads
References
Adnan Muhammad, Wajah Islam Periode Makkah-Madinah. 2019.Vol.5.
Cendikia:Jurnal Study Keislaman. al-Usairi Ahmad, Sejarah Islam. 2003.Jakarta: Akbar Media
Al-Baladzuri, Fatuhul Buldam, Jilid V, Mesir: Maktabah An-Nahdah Al- Misriyah.
Al-Harafi Salamah Muhammad, Sejarah dan Peradaban Islam, 2016.Jakarta:Pustaka Al-Kautsar.
Amin Samsul Munir, Sejarah Peradaban Islam. 2010. Jakarta:
Amzah Aziz, A., & Saihu, S. (2019). Interpretasi Humanistik Kebahasaan: Upaya Kontekstualisasi Kaidah Bahasa Arab. Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab,
Bakri Syamsul, Peta Sejarah Peradaban Islam. 2011.Jogjakarta: Fajar Media Pres.
Haikal Muhammad Husein, Umar bin Khatthab sebuah teladan mendalamtentang pertumbuhan Islam dan kedaulatannya, 2002. Bogor: Pustaka Lintera Antar Nusa.
HAMKA, Sejarah Umat Islam. 2016. Jakarta: Gema Insani. Ilahi Wahyu dan Harjani Hefni, Pengantar Sejarah Dakwah.
Ismail Faisal, Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VII-XIIIM), 2017. Yogyakarta:IRCiSoD.
Murad Musthafa, Kisah Hidup Umar Ibn Khattab. 2007. Jakarta: Penerbit Zaman.
Musyfifah Athiyah Musthafa, Al-Qadha fi Al-Islam, cet 1: Asy-Syarqul Austh.
Pulungan Suyuti, Sejarah Peradaban Islam. 2018. Jakarta: Bumi Aksara
Ronaldo, R., Zulfikar, A., Saihu, Ismail, & Wekke, I. S. (2020).
International relations of the asia pacific in the age of trump. Journal of Environmental Treatment Techniques,
Saihu, M. (2019). Urgensi ‘Urf dalam Tradisi Male dan Relevansinya dalam Dakwah Islam di Jembrana-Bali. Jurnal Bimas Islam.
Saihu, M. (2019). Merawat Pluralisme Merawat Indonesia (Potret Pendidikan Pluralisme Agama Di Jembrana-Bali). Deepublish.
Saihu, M. M., & Aziz, A. (2020). Implementasi Metode Pendidikan Pluralisme Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Belajea; Jurnal Pendidikan Islam, Islamiyyah tangerang selatan. Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran dan Keislaman.
Saihu, S. (2019). Komunikasi Pendidik Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Khusus Asy-Syifa Larangan. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam,
Saihu, S. (2019). Konsep Manusia Dan Implementasinya Dalam Perumusan Tujuan Pendidikan Islam Menurut Murtadha Muthahhari. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam,
Saihu, S. (2019). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan lokal (Studi Di Jembrana Bali). Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam.
Saihu, S. (2019). Pendidikan Pluralisme Agama: Kajian tentang Integrasi Indo-Islamika
Downloads
Published
Versions
- 2023-08-01 (2)
- 2023-08-01 (1)
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2023 maskur Maskur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in JKaKa:Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




