KONSELING TRAUMATIK DALAM MENGHADAPI BENCANA ALAM
DOI:
https://doi.org/10.30739/jkaka.v6i1.4867Keywords:
Bencana Alam, Dampak Psikologis Korban Bencana, Konseling TraumatikAbstract
Indonesia juga memiliki potensi bencana yang sifatnya hiderometorologi seperti banjir dan longsor. Perubahan iklim yang ekstrim, curah hujan tinggi, serta terjadinya degradasi lingkungan menjadikan Indonesia memiliki potensi bencana tersebut. Sebagaimana dilansir media online, di penghujung tahun 2025, Desember lalu banjir bandang melanda saudara kita di Sumatera dan Aceh. Ribuan korban jiwa meninggal dunia, dan ratusan jiwa korban hilang belum ditemukan. Bahkan ratusan rumah tempat hunian mereka tinggal rata dengan tanah. Bencana alam tidak hanya kerusakan secara fisik, tetapi juga meniggalkan luka mendalam bagi korban. Penetian ini berusaha untuk menguraikan betapa pentingnya konseling traumatik dalam menghadapi bencana, dampak bencana alam terhadap psikologis korban, dan proses layanan konseling traumatic dalam menghadapi bencana alam. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah bentuk kualitatif. Metodenya menggunakan kajian literatur sebagai teknik pengambilan data. Teknik pengambilan data sendiri berorientasi pada pendekatan pengambilan data yang tidak lain adalah kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan dampak bencana alam merupakan salah satu musibah yang tidak hanya merusak tatatanan infrastruktur secara fisik, melainkan juga merusak tatanan kejiwaan seseorang yang bersifak psikis. Bencana alam adalah ancaman global bagi keberlangsungan hidup. Ia tidak hanya merusak bangunan, tetapi sekaligus meninggalkan luka mendalam pada individu dan masyarakat. Hadirnya konselor dalam pada situasi dan kondisi ini sangat dibutuhkan karena sangat membantu dalam proses pemulihan korban terdampak bencana. Korban yang mengalami trauma tentu hidupnya tidak terasa nyaman- hidupnya tidak bermakna. Bahkan tidak dapat berpikir rasional atas peristiwa yang menimpa. Bantuan orang lain yang kompeten seperti konselor sangat dibutuhkan untuk membantu korban keluar dari zona traumatis ke zona nyaman- tenang dan damai sebagaimana mereka rasakan sebelum terjadinya bencana.
Downloads
References
Ahmad Juntika Nurihsan, Bimbingan dan Konseling Dalam Berbagai Latar Kehidupan, (Bandung: Refika Aditama, 2009).
Fatmah, & Ningsih, D. R. (2021). KONSELING PADA TRAUMATIK. Malang: Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang.
Foa, E. B., Keane, T. M., & Friedman, M. J. (2000). Effective Treatments for PTSD: Practice Guidelines from the International Society for Traumatic Stress Studies. Guilford Press.
Herman, J. L. (1992). Trauma and Recovery: The Aftermath of Violence - From Domestic Abuse to Political Terror. Basic Books.
Latipun, Psikologi Konseling, cet 9(Malang: UMM Press, 2011).
Nirwana, H. (2012). Konseling Trauma Pasca Bencana. Ta’dib. 15 (2)
Perry, B. D., & Szalavitz, M. (2006). The Boy Who Was Raised as a Dog: And Other Stories from a Child Psychiatrist's Notebook. Basic Books.
Pramardika, D. D., Hinonaung, J. S. H., Mahihody, A. J., & Wuaten, G. A. (2020). Pengaruh terapi bermain terhadap trauma healing pada anak korban bencana alam. Faletehan Health Journal, 7(02), 85-91.
Prawirohardjo, S. (2010). Psikologi Trauma. Semarang: Universitas Diponegoro.
Rothschild, B. (2000). The Body Remembers: The Psychophysiology of Trauma and Trauma Treatment. Norton & Company.
Sofiyan S. Willis, Konseling Individual Teori dan Praktek, (Bandung: Alfabeta,2010), hlm. 17.
Sutima, Bimbingan dan Konseling Pendidikan Formal, Non formal dan Informal, (Yogyakarta: CV Andi Offsot, 2013)
Schnyder, U., & Cloitre, M. (2015). Evidence Based Treatments for Trauma-Related Disorders in Children and Adolescents. Journal of Trauma & Dissociation, 16(5).
Shapiro, F. (2001). Eye Movement Desensitization and Reprocessing: Basic Principles, Protocols, and Procedures. Guilford Press
Syahas, A. N. R. (2019). Physics Hypnoteaching?: a Literatur Review. Risenologi?:Jurnal Sains, Teknologi, Sosial, Pendidikan, Dan Bahasa, 4 (1), 15–23.
Triantoro, S., & Saputra, N. E. (2009). Manajemen Emosi: Sebuah Panduan Cerdas Bagaimana Mengelola Emosi Positif dalam Hidup Anda. Jakarta: Bumi Aksara.
White, M., & Epston, D. (1990). Narrative Means to Therapeutic Ends. Norton & Company.
Yalom, I. D., & Leszcz, M. (2005). The Theory and Practice of Group Psychotherapy. Basic Books.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Sunarto Alubys, Sunarto Sunarto, Kholifatus Sa'diyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in JKaKa:Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




