URGENSI KONSELING KELUARGA DALAM MEWUJUDKAN RUMAH TANGGA YANG HARMONIS
DOI:
https://doi.org/10.30739/jkaka.v5i1.3634Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan akademik terkait tingginya angka konflik keluarga disebabkan tidak adanya manajemen keluarga sehingga terjadi perselisihan dan pertengkaran yang berakhir dengan perceraian. Sehingga dirasa penting untuk diteliti terkait konseling keluarga dalam mewujudkan rumah tangga yang harmonis, berupa peran konseling keluarga dalam meningkatkan komunikasi keluarga, dan peran konseling keluarga dalam meningkatkan ketahanan keluarga. Jenis penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian jenis riset kepustakaan (library research), yaitu jenis riset yang kegiatannya berkaitan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Penelitian ini bersumber dari buku, jurnal, maupun referensi lain yang berkaitan dengan konseling keluarga dan rumah tangga harmonis. Hasil analisis literature sistematik menunjukkan Keluarga adalah satuan unit kecil dalam masyarakat. Konseling keluarga dapat dimaknai dengan bantuan atau usaha pemecahan masalah yang berkaitan dengan keluarga. Konseling keluarga dimaksudkan untuk menjawab kondisi krisis yang terjadi dalam keluarga. Konselor hadir sebagai tenaga profesional mengemban tugas untuk mengembangkan komunikasi dalam keluarga yang terkendala oleh emosi- emosi tertentu. Karena salah satu kunci sukses tercapainya rumah tangga yang harmonis adalah komunikasi.
Downloads
References
Depdiknas. (2013). Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Djailani, A. Q. (1995). Keluarga Sakinah. Surabaya: Bina Ilmu.
Dlori, M. (2005). Dicintai Suami (Istri) Sampai Mati. Yogyakarta: Kata Hati.
Gunarsa. (2000). Psikologi Keluarga. Jakarta: Gunug Mulia.
H, B. (1996). Merawat Cinta Kasih. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kelechner, V. C. (2020). Counseling and Therapy for Couples and Families. The Family Journal, 3537.
Kisyik, A. H. (2000). Bimbingan Islam untuk Mencapai Keluarga Sakinah. Jakarta: Mizan.
Kolak, A. V. (2018). Family unpredictability and Psycologycal Distress in Early Adulthood: The Role of Family Closeness and Coping Mechanisms. Journal of Child and Family Studies, 1211.
Minuchin, S. (1999). Family and Family Therapy. Cambridg: Harvard University.
Pujoswarno. (1994). Bimbingan Konseling Keluarga. Yogyakarta: Menara Mas Offset.
Salvador, M. (2012). Families dan Family Therapy. Harvard: Harvard University.
Singgih, S. D. (1986). Psikologi untuk Keluarga. Jakarta: Gunung Mulia.
Syarifudin, A. (2006). Hukum Perkawinan di Indonesia antara Fikih Munakahat dan UU Perkawinan. Jakarta: Kencana.
Tukan, J. S. (1986). Konseling Pastoral Kehidupan Keluarga. Jakarta: OBOR.
Ulfiah, U. &. (2018). Prostitusi remaja dan ketahanan keluarga. Psikoislamedia, 163-187.
Willis, S. S. (2008). Konseling Keluarga. Bandung: Alfabeta.
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Kholifatus Sa'diyah, Sunarto Sunarto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in JKaKa:Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




