Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam
https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Tarbiyatuna
<p> <strong><a href="https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Tarbiyatuna/index">TARBIYATUNA</a> (Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam)</strong> contains conceptual scientific articles and research results in the field of Islamic education including; Islamic Education Thought, Islamic Education Development, Islamic Education Management, Islamic Boarding School and Madrasah Education, Islamic Education Policy, Islamic Education Problems, Islamic Education Philosophy, Islamic Religious Education, Islamic Education Curriculum, Islamic Education Learning Model, Islamic Education Learning Media Innovation, Evaluation Instruments Islamic education and Islamic Education Culture. This journal is published twice a year, June and December</p> <p>(e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1610095039">2774-5724</a>)</p> <p> </p>Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangien-USJurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam2774-5724<p>Authors who publish in <strong>Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam</strong> agree to the following terms:</p> <ol> <li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License</a>that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.</li> <li>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See <a href="http://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html">The Effect of Open Access</a>).</li> </ol>EVALUASI PEMBELAJARAN DENGAN INTEGRASI TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS BELAJAR SISWA
https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Tarbiyatuna/article/view/4396
<p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>This research emerged from the issue of the limited effectiveness of traditional learning approaches in improving students’ academic performance. The primary goal of this study is to quantitatively examine how far the integration of Artificial Intelligence (AI)–based learning methods can enhance students’ learning outcomes compared to conventional lecture techniques. A quantitative experimental design utilizing a pretest–posttest model was applied. Data were obtained through pretests and posttests and further analyzed using the Paired Sample t-test and Analysis of Covariance (ANCOVA) to determine differences and measure the influence of learning methods on achievement levels.</em></p> <p><em>The results indicate a substantial improvement between the pretest and posttest scores, with a mean difference of -15.167 (t = -9.575; p < 0.001), confirming that posttest scores significantly increased after the intervention. The ANCOVA results further demonstrated that the applied learning method had a strong influence on posttest outcomes (F = 35.980; p < 0.001), while the pretest variable showed no significant effect (p = 0.497). Participants who engaged in AI-integrated learning achieved an average posttest score of 85.838, notably higher than the lecture group’s 75.729, with a 95% confidence interval verifying this difference. These findings emphasize that AI integration enhances learning personalization, comprehension, and engagement, thereby contributing positively to the overall improvement of learning outcomes compared to traditional methods.</em></p> <p> </p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Artificial Intelligence, Integration Method, Learning Outcomes, Learning Evaluation, Conventional Learning</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya efektivitas pendekatan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan prestasi akademik peserta didik. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis secara kuantitatif sejauh mana penerapan metode pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi AI dapat memberikan dampak terhadap peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan metode ceramah tradisional. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan model <em>pretest–posttest</em> melalui pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan instrumen pretest dan posttest, kemudian dianalisis dengan uji <em>Paired Sample t-test</em> serta <em>Analisis Kovarians (ANCOVA)</em> untuk menilai perbedaan serta pengaruh metode pembelajaran terhadap capaian belajar peserta.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan antara skor <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>, dengan selisih rata-rata sebesar -15,167 (t = -9,575; p < 0,001), yang menandakan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan intervensi. Hasil <em>ANCOVA</em> memperkuat temuan tersebut, di mana metode pembelajaran memiliki pengaruh signifikan terhadap skor posttest (F = 35,980; p < 0,001), sedangkan nilai <em>pretest </em>tidak menunjukkan pengaruh berarti (p = 0,497). Rata-rata nilai <em>posttest</em> kelompok yang belajar dengan integrasi AI mencapai 85,838, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok ceramah sebesar 75,729, dengan interval kepercayaan 95% yang mengonfirmasi perbedaan signifikan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi AI dalam pembelajaran dapat meningkatkan personalisasi, pemahaman materi, serta keterlibatan siswa secara nyata, sehingga berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar dibandingkan metode konvensional.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Kecerdasan Buatan, Metode Integrasi, Hasil Belajar, Evaluasi Pembelajaran, Pembelajaran Konvensional</p>Hendra WijayaHendro Prasetyono
Copyright (c) 2025 Hendra Wijaya Hendra, Hendro Prasetyono Prasetyono
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-142025-12-146211710.30739/tarbiyatuna.v6i2.4396METODE DAKWAH BERBASIS SANAD: STUDI TRADISI PENGAJARAN DAN KETELADANAN K.H. MUHAMMAD ARWANI AMIN SA’ID KUDUS
https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Tarbiyatuna/article/view/4508
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh melemahnya otoritas moral dan spiritual dalam dakwah Islam modern yang cenderung pragmatis dan retoris. Kajian ini bertujuan menganalisis metode dakwah berbasis sanad yang dipraktikkan K.H. Muhammad Arwani Amin Sa’id di Pesantren Yanbu‘ul Qur’an Kudus sebagai model dakwah yang menekankan kesinambungan antara ilmu (‘ilm), adab, dan amal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui telaah terhadap karya, biografi, dan literatur tentang tradisi pengajaran Arwani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanad dalam dakwah Arwani berfungsi sebagai sistem transmisi nilai yang menyatukan dimensi keilmuan, moral, dan spiritual melalui praktik talaqqi, mushafahah, dan keteladanan (uswah hasanah). Pendekatan ini membentuk integrasi antara sanad al-‘ilm, sanad al-adab, dan sanad al-amal yang menghasilkan dakwah bil hal yang otentik dan transformatif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa metode dakwah berbasis sanad relevan sebagai paradigma dakwah kontemporer yang berakar pada tradisi dan berorientasi pada pembentukan karakter. Implikasinya, model ini dapat direaktualisasi dalam pendidikan dan dakwah digital untuk memperkuat otoritas keilmuan, etika, serta moderasi keulamaan di era modern.</p> <p> </p>Imam FatkhullahYuzril MahendraMuhammad Firdaus
Copyright (c) 2025 Imam Fatkhullah, Yuzril Mahendra, Muhammad Firdaus
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-162025-12-1662183710.30739/tarbiyatuna.v6i2.4508PERAN KEGIATAN SHALAT DHUHA BERJAMAAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER SPIRITUAL SISWA DI MI AL ANSHORIYAH
https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Tarbiyatuna/article/view/4495
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan shalat dhuha berjamaah dalam membentuk karakter spiritual siswa di MI Al Anshoriyah. Latar belakang penelitian dilandasi oleh pentingnya pembentukan karakter religius melalui pembiasaan ibadah sebagai bagian integral dari pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini Adalah MI Al Anshoriyah Desa Parijata Wetan. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan shalat dhuha berjamaah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter spiritual siswa. Kegiatan ibadah yang dilakukan secara teratur dan terstruktur mampu menumbuhkan nilai-nilai religius yang tercermin dalam perubahan perilaku peserta didik. Dampak yang terlihat antara lain meningkatnya kedisiplinan waktu, tanggung jawab pribadi, ketenangan emosional, sikap sopan dan empati sosial, serta munculnya kesadaran beribadah dan rasa syukur kepada Allah. Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan ini meliputi komitmen kepala madrasah dan guru, fasilitas mushala yang memadai, serta pembimbingan yang berkesinambungan. Adapun faktor penghambat di antaranya kurangnya kesadaran sebagian siswa kelas rendah dan motivasi ibadah yang masih perlu ditumbuhkan. Pembiasaan shalat dhuha berjamaah merupakan strategi efektif dalam penguatan karakter spiritual siswa dan layak diterapkan sebagai program pengembangan budaya religius di sekolah dasar Islam.</p>Hendro JuwonoMuhammad Zamroni
Copyright (c) 2025 Hendro Juwono, Muhammad Zamroni
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-172025-12-1762385310.30739/tarbiyatuna.v6i2.4495IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH
https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Tarbiyatuna/article/view/4484
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam pembentukan karakter disiplin siswa di Madrasah Tsanawiyah. Fokus penelitian diarahkan pada proses internalisasi nilai aqidah, akhlak, dan ibadah dalam membentuk perilaku disiplin siswa, serta strategi pembinaan kedisiplinan yang diterapkan oleh guru dan pihak sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam berperan penting dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam, pembiasaan kegiatan keagamaan, dan keteladanan guru. Strategi pembinaan disiplin dilakukan melalui pendekatan persuasif dan humanis, seperti pemberian penghargaan, penguatan positif, pengingat aturan, pembinaan personal, dan penerapan konsekuensi edukatif. Pendekatan ini sejalan dengan teori <em>social learning</em> Bandura tentang model perilaku dan teori <em>reinforcement</em> Skinner yang menekankan pentingnya penguatan positif. Implementasi nilai pendidikan Islam terbukti efektif membentuk kedisiplinan siswa dalam hal ketepatan waktu, ketaatan terhadap tata tertib, tanggung jawab belajar, dan keteraturan dalam menjalankan ibadah.</p>Fathul AminMuhaiminah Darajat
Copyright (c) 2025 Fathul Amin, Muhaiminah Darajat
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-172025-12-1762546710.30739/tarbiyatuna.v6i2.4484PAI TEACHERS' STRATEGIES IN IMPLEMENTING THE 7 HABITS OF GREAT CHILDREN IN THE LEARNING ACTIVITIES OF GRADE V STUDENTS AT SDN BESUK KIDUL, BESUK DISTRICT
https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Tarbiyatuna/article/view/4492
<p><em>This study aims to describe the strategies used by Islamic Religious Education (PAI) teachers in implementing the 7 Habits of Great Children and to analyze the supporting and inhibiting factors for its implementation among fifth-grade students at SDN Besuk Kidul. The research employed a qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the implementation of the 7 Habits is carried out through four main strategies: teacher role-modelling, positive reinforcement, integration of habit values into PAI learning, and collaboration between teachers and parents. These strategies were proven effective in fostering students’ religious character, discipline, responsibility, and positive social behavior. The success of the program is supported by the teacher’s commitment, strong emotional bonds between teachers and students, parental involvement, and monitoring through the 7 Habits Student Book. Meanwhile, inhibiting factors include limited time for habit development at school and inconsistency of parental assistance at home. Overall, this study confirms that habituation and role-modelling–based Islamic education practices can serve as an effective model for internalizing Islamic character values in elementary school students.</em></p>Halimatus Sa’diyaAvidatul UmaidahEndah Tri Wisudaningsih
Copyright (c) 2025 Halimatus Sa’diya, Avidatul Umaidah, Endah Tri Wisudaningsih
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-202025-12-2062688410.30739/tarbiyatuna.v6i2.4492PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM INOVASI PENDIDIKAN BERBASIS TEKNOLOGI
https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Tarbiyatuna/article/view/4567
<p>This study aims to describe the leadership role of madrasah principals in encouraging technology-based educational innovation. And to describe what strategies are used by madrasah principals in utilizing technology to improve the quality of education. Qualitative methods mean researching on natural object conditions. To obtain accurate results, this method is used to collect information. The instrument used in this study is snowball informant selection, the technique of collecting information sources that initially few cannot produce complete data, so we look for other people who can be used as sources of information. The analysis used in this study is data reduction and data presentation. The results of the study show that madrasah principals act as initiators of learning digitalization programs. This includes innovations implemented in madrasahs, namely the use of platforms such as Google Classroom, Madrasah e-learning, Madrasah SIM Dashboard, and using videos in learning methods, as well as online evaluation. Madrasah principals not only play a structural role, but also provide examples in the use of technology, both in management and academic supervision. This strategy not only demonstrates the madrasah principal's commitment to developing educational innovation but also reflects systematic, participatory, and adaptive planning for the dynamics of 21st-century education.</p>Taskya Nafsi Al HusnaNur Hidayati
Copyright (c) 2025 Taskya Nafsi Al Husna, Nur Hidayati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-202025-12-20628510010.30739/tarbiyatuna.v6i2.4567FILSAFAT PENDIDIKAN SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS: KRITIK PERENNIALIS TERHADAP SEKULARISASI PENDIDIKAN
https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Tarbiyatuna/article/view/4489
<p><em>This article investigates the perennialist philosophical critique by Syed Muhammad Naquib Al-Attas of the secularization of education, which is identified as the source of the modern educational crisis, a crisis marked by pragmatism and the erosion of values. This research analyzes Al-Attas's body of work to unveil his critique. The findings show that Al-Attas perceives secularization not just as a political process, but rather as a philosophical program that leads to the desacralization of nature and the despiritualization of man. The most damaging consequence in education is the "loss of adab," defined as the failure to acknowledge the hierarchy of reality and knowledge, resulting in epistemological and ethical chaos. To solve this, Al-Attas offers the project of the "Islamization of Contemporary Knowledge." Its objective is to re-embed knowledge within the Islamic worldview (ru’yat al-Isl?m li al-wuj?d), aspiring to cultivate the "Man of Adab" (al-ins?n al-adab?). This article concludes that Al-Attas's philosophy offers a strong theoretical framework to diagnose the crisis in education and to propose a restorative solution that is rooted in the Islamic intellectual tradition and consistent with the principles of perennial universalism. His perspective is pertinent to tackling the challenges of contemporary education, which lacks spiritual and ethical dimensions.</em></p> <p><em> </em></p> <p> </p>Anugrah GiffariHironimus DafaIshomuddin
Copyright (c) 2025 Anugrah Giffari, Hironimus Dafa, Ishomuddin
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-182025-12-186210111210.30739/tarbiyatuna.v6i2.4489DINAMIKA ETIKA DALAM PENERAPAN REWARD DAN PUNISHMENT PADA PENDIDIKAN ISLAM
https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Tarbiyatuna/article/view/4502
<p><em>Reward</em> dan <em>punishment</em> merupakan strategi pedagogis yang lazim digunakan dalam pendidikan Islam untuk membentuk perilaku dan akhlak peserta didik. Namun, penerapan yang tidak berlandaskan etika berpotensi menimbulkan ketergantungan pada motivasi eksternal serta berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi etika dalam penerapan <em>reward</em> dan <em>punishment</em> berdasarkan perspektif pendidikan Islam serta kritik kontemporer dalam kajian motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan sumber data berupa Al-Qur’an, hadis, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitik dengan menitikberatkan pada nilai-nilai etika Islam, seperti keadilan, rahmah, hikmah, dan orientasi tarbiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>reward</em> efektif dalam meningkatkan motivasi positif apabila diberikan secara proporsional dan bermakna, sedangkan <em>punishment</em> hanya dibenarkan sebagai sarana edukatif yang bersifat mendidik tanpa merendahkan martabat peserta didik. Kritik psikologi modern menegaskan bahwa ketidakseimbangan penerapan <em>reward</em> dan <em>punishment</em> dapat melemahkan motivasi intrinsik. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya strategi pembelajaran yang etis dan reflektif dengan menempatkan <em>reward</em> dan <em>punishment</em> sebagai instrumen pendukung pendidikan karakter. Penerapan yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkontribusi pada pembentukan motivasi internal dan tanggung jawab moral peserta didik sesuai tujuan <em>tarbiyah</em> Islam.</p>Andi Abd. MuisNur Amalina Abdul RahmanMardiah WahyuniSiti Rondhiyah
Copyright (c) 2025 Nur Amalina, Nur Amalina Abdul Rahman, Mardiah Wahyuni, Siti Rondhiyah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-282025-12-286211312310.30739/tarbiyatuna.v6i2.4502PENGGUNAAN MEDIA INFOGRAFIS DALAM MEMBENTUK MINAT DAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA MADRASAH ALIYAH
https://ejournal.iaida.ac.id/index.php/Tarbiyatuna/article/view/4711
<p>This study aims to describe the use of infographic learning media in fostering creativity and learning interest among tenth-grade students at MAN 4 Banyuwangi. The background of this study is based on the lack of variation in learning media in the classroom, which has an impact on the low level of students’ learning interest and creativity, particularly in Indonesian language learning. Infographic media were chosen as an alternative learning medium because of their advantages in presenting material visually, concisely, and attractively, which are expected to increase students’ engagement in learning. This study employed a descriptive qualitative approach with tenth-grade students of MAN 4 Banyuwangi as the research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data validity was ensured through technique triangulation and source triangulation, while data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the use of infographic media has a positive impact on students’ learning interest and creativity. Students became more enthusiastic, active, and focused during the learning process. The visual, colorful, and systematic presentation of materials was able to attract students’ attention and reduce learning boredom. In addition, students’ creativity developed through activities of creating simple infographics and engaging in active classroom discussions. Therefore, infographic learning media can be concluded to be effective in fostering students’ learning interest and creativity and can serve as an innovative alternative learning medium in Indonesian language learning at the Madrasah Aliyah level.</p>Muhammad hasbullah RidwanRisma Ulyatul Izza
Copyright (c) 2025 Muhammad hasbullah Ridwan, Risma Ulyatul Izza
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-306212413810.30739/tarbiyatuna.v6i2.4711