KEMAJUAN DAN IDEALISME SAINS ISLAM ABAD PERTENGAHAN PERSPEKTIF IDEALISME ABSOLUT HEGEL
DOI:
https://doi.org/10.30739/tarbiyatuna.v5i1.3179Keywords:
hegel, islam, sains, idealisme, abad pertengahanAbstract
Kemajuan fenomena sains sudah banyak dijustifikasi secara ilmiah dengan prinsip-prinsip positivistik. Bahwa sains secara ideologis kemajuannya selalu beriringan dengan penafian pada realitas absolut dalam semangat atau motivasi pencariannya. Hal ini membuat kemajuan sains hanya terlihat memiliki cara pandang yang materialis dalam motivasi penelusurannya. Ini sehingga banyak memunculkan problem-problem sosial maupun eksistensial pada sains itu sendiri. Nilai-nilai kemajuan sains islam selain ada pada yang bersifat materil juga bersifat immateril. Ini tercermin dari tujuan para ilmuan islam dalam upayanya untuk menyingkap realitas berbasiskan sains. Mereka dengan tujuannya berusaha menggali ilmu pengetahuan untuk memperkuat dan menggali nilai-nilai Tauhid yang pada taraf tertentu memberikan makna kemajuan idealistis. Di sisi lain Hegel dengan filsafat idealisme absolutnya memiliki konsep kemajuan peradaban yang bersifat idealistis. Ia menilai kemajuan peradaban sebagai proses sejarah untuk mencapai sintesis terakhir (ide absolut). Ini sehingga dapat dijadikan sebagai kaca mata untuk melihat sejauh mana visi tauhid islam terwujud dalam pola semangat dan motivasi dalam melahirkan kemajuan peradaban sains islam abad pertengahan. Penelitian ini berusaha menggali nilai-nilai idealistis fenomena sains islam abad pertengahan dan mengkontekstualisasikannya pada konsep filsafat idealisme Hegel dengan menggunakan metode historis analisis pada fenomena sains islam abad pertengahan sekaligus deskriptif analisis pada pemikiran idealisme Hegel. Dengan demikian dapat diketahui bahwa kemajuan, prinsip Tauhid sains islam di abad pertengahan dan semangat para ilmuan islam untuk menyingkap tanda-tanda keberadaan Tuhan menjadi basis konsep kemajuan idealistis sains islam abad pertengahan.
Downloads
References
- Al-Badri, Abdul Aziz, 1990. Hidup Sejahtera dalam Naungan Islam, diterjemahkan dari Al Islam Daaminun likulli hajat al asasiyyah likulli fardin wa ya;malu lirafaahiyatihi, Gema Insani Press
- Anonim. 1993. The Need for Sacred Science. Curzon Press. Boas, Marie. 2006. The Scientific Renaissance 1450-1630.
- Borchert, Donald M. 2006. Encyclopedia of Philosophy. New York: Thompson Gale Corporation
- Capra, Fritjof. 1996. The Web of Life. New York: An Anchor Book.
- Deming, David, 2010, Science and Technology in World History Volume 2: Early Christianity, The Rise of Islam and the Middle Ages, McFarland & Company, Inc: US
- Hegel, G.W.F, 1988. Introduction to The Philosophy of History, diterjemahkan oleh Leo Rauch. Indiana: Hackett Publishing Company.
- Huff, Toby E. 2003. The Rise of Early Modern Science. New York: Cambridge University Press.
- Jalaluddin. 2013. Filsafat Ilmu Pengetahuan, Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada
- Kenny, Anthony. 2006. A New History of Western Philosophy.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2024 Muhammad Eka Pramudani, Muhammad Farhan Fiddaroeni, Alfina Wildatul Fitriyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish in Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) Licensethat allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).







