Pemberdayaan Peternak Marginal Melalui Pengolahan Limbah Sapi dan Kambing Menjadi Pupuk Berkualitas di Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi

  • Lilis Yuliati Univesitas Jember
  • Siti Komariyah Univesitas Jember
  • Nur Anim Jauhariyah Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Abstract

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Pengabdian ini berawal dari hasil pengamatan di lapangan yang menggambarkan potret kehidupan masyarakat di Desa Karangharjo sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah marginal yang berbatasan dengan perkebunan kakao, karet, tebu, dan kopi milik Perhutani PTPN XII Kendeng Lembu. Penduduk Desa Karangharjo pinggiran bekerja di kebun, bertani, dan pedagang. Jumlah Petani 1.122 jiwa dan Buruh tani 552 jiwa dari jumlah penduduk 15.314 jiwa. Disamping bertani dan buruh tani mereka juga beternak kambing dan sapi. Permasalahan timbul ketika kotoran ternak mereka tidak dimanfaatkan secara berkelanjutan, biasanya kotorannya di buang ke sungai atau di bakar, sehingga menyebabkan pencemaran air dan udara. Oleh karena itu perlunya pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan pengolahan limbah kotoran sapi dan kambing menjadi pupuk berkualitas disamping memutus rantai pencemaran air dan udara, namun secara jangka panjang dapat mengurai ketergantungan pertanian terhadap pupuk kimia demi terpenuhinya swasembada pupuk organik yang ramah lingkungan.


 Kata Kunci: Pemberdayaan, Limbah Ternak, Sapi, Kambing

Author Biographies

Lilis Yuliati, Univesitas Jember

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Pengabdian ini berawal dari hasil pengamatan di lapangan yang menggambarkan potret kehidupan masyarakat di Desa Karangharjo sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah marginal yang berbatasan dengan perkebunan kakao, karet, tebu, dan kopi milik Perhutani PTPN XII Kendeng Lembu. Penduduk Desa Karangharjo pinggiran bekerja di kebun, bertani, dan pedagang. Jumlah Petani 1.122 jiwa dan Buruh tani 552 jiwa dari jumlah penduduk 15.314 jiwa. Disamping bertani dan buruh tani mereka juga beternak kambing dan sapi. Permasalahan timbul ketika kotoran ternak mereka tidak dimanfaatkan secara berkelanjutan, biasanya kotorannya di buang ke sungai atau di bakar, sehingga menyebabkan pencemaran air dan udara. Oleh karena itu perlunya pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan pengolahan limbah kotoran sapi dan kambing menjadi pupuk berkualitas disamping memutus rantai pencemaran air dan udara, namun secara jangka panjang dapat mengurai ketergantungan pertanian terhadap pupuk kimia demi terpenuhinya swasembada pupuk organik yang ramah lingkungan.

 Kata Kunci: Pemberdayaan, Limbah Ternak, Sapi, Kambing

Siti Komariyah, Univesitas Jember

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Pengabdian ini berawal dari hasil pengamatan di lapangan yang menggambarkan potret kehidupan masyarakat di Desa Karangharjo sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah marginal yang berbatasan dengan perkebunan kakao, karet, tebu, dan kopi milik Perhutani PTPN XII Kendeng Lembu. Penduduk Desa Karangharjo pinggiran bekerja di kebun, bertani, dan pedagang. Jumlah Petani 1.122 jiwa dan Buruh tani 552 jiwa dari jumlah penduduk 15.314 jiwa. Disamping bertani dan buruh tani mereka juga beternak kambing dan sapi. Permasalahan timbul ketika kotoran ternak mereka tidak dimanfaatkan secara berkelanjutan, biasanya kotorannya di buang ke sungai atau di bakar, sehingga menyebabkan pencemaran air dan udara. Oleh karena itu perlunya pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan pengolahan limbah kotoran sapi dan kambing menjadi pupuk berkualitas disamping memutus rantai pencemaran air dan udara, namun secara jangka panjang dapat mengurai ketergantungan pertanian terhadap pupuk kimia demi terpenuhinya swasembada pupuk organik yang ramah lingkungan.

 Kata Kunci: Pemberdayaan, Limbah Ternak, Sapi, Kambing

Nur Anim Jauhariyah, Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Pengabdian ini berawal dari hasil pengamatan di lapangan yang menggambarkan potret kehidupan masyarakat di Desa Karangharjo sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah marginal yang berbatasan dengan perkebunan kakao, karet, tebu, dan kopi milik Perhutani PTPN XII Kendeng Lembu. Penduduk Desa Karangharjo pinggiran bekerja di kebun, bertani, dan pedagang. Jumlah Petani 1.122 jiwa dan Buruh tani 552 jiwa dari jumlah penduduk 15.314 jiwa. Disamping bertani dan buruh tani mereka juga beternak kambing dan sapi. Permasalahan timbul ketika kotoran ternak mereka tidak dimanfaatkan secara berkelanjutan, biasanya kotorannya di buang ke sungai atau di bakar, sehingga menyebabkan pencemaran air dan udara. Oleh karena itu perlunya pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan pengolahan limbah kotoran sapi dan kambing menjadi pupuk berkualitas disamping memutus rantai pencemaran air dan udara, namun secara jangka panjang dapat mengurai ketergantungan pertanian terhadap pupuk kimia demi terpenuhinya swasembada pupuk organik yang ramah lingkungan.

Kata Kunci: Pemberdayaan, Limbah Ternak, Sapi, Kambing

Published
2018-11-02
How to Cite
YULIATI, Lilis; KOMARIYAH, Siti; JAUHARIYAH, Nur Anim. Pemberdayaan Peternak Marginal Melalui Pengolahan Limbah Sapi dan Kambing Menjadi Pupuk Berkualitas di Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi. LOYALITAS, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 81-90, nov. 2018. ISSN 2621-4687. Available at: <http://ejournal.iaida.ac.id/index.php/loyal/article/view/315>. Date accessed: 20 nov. 2018.
Section
Articles