Problematika Audit Syariah Pada Lembaga Bisnis Di Indonesia

  • Dodi Febrian UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstract

Indonesia memiliki dualisme sistem ekonomi yaitu sistem ekonomi konvensional dan sistem ekonomi syariah. untuk itu, dalam menunjang kemajuan perkonomian syariah diperlukan lembaga audit syariah yang independen atau berdiri sendiri seperti lembaga audit konvensional sekarang ini. Sebut saja lembaga jasa audit milik swasta ataupun pemerintah seperti: Kantor Akuntan Publik (KAP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika pendirian lembaga audit syariah independen sulit untuk dilaksanankan, maka maka lembaga audit milik swasta atau pemrintah seharunya menyediajakan jasa audit tambahan yakni audit syariah secara komperhensif pada lembaga bisnis syariah. Audit syariah harus dilakukan secara menyeluruh oleh semua lembaga atau perusahaan melakukan kegiatan bisnis berlandaskan syariah, mulai dari perhotelan syariah, bank syariah, rumah sakit islam, rumah makan halal, dan lain sebagainya. Auditor syariah, baik itu auditor internal maupun ekternal harus memiliki kompetensi, pengetahuan dan pemahaman mengenai akuntansi syariah, fiqih muammalah, audit syariah, menejmen keuangan syariah dan proses audit secara terstruktur dalam melakukan shariah complience test.

Downloads

Download data is not yet available.

References

AAOIFI. (2010). Accounting, Auditing and Governance Standards for Islamic Financial Institutions. Manama, Bahrain: Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions.
Haniffa, R. (2010), Auditing Islamic financial institutions. Islamic finance: instrument and market, (Qfinance), 109-112.
Henry Simamora. 2004. Auditing. Edisi Ke-1. STIE YKPN. Yogyakarta.
IFSB. (2006). Guiding principles on corporategovernance for institutions offering only Islamic financial services (excluding Islamic insurance (takaful) institutions and Islamic mutual funds). Kuala Lumpur.
Kasim, N., & M. Sanusi, Z. (2013). Emerging issues for auditing in Islamic financial institutions : empirical evidence from Malaysia. Journal of Business and Managment, vol. 8, no5, pp. 10-17.
Kasim, N. B., Mohamad Ibrahim, S. H., & Sulaiman, M. (2009). Shari'ah Auditing in Islamic Financial Institutions: Exploring the Gap Between the "Desired" and the "Actual". Global Economny & Finance Journal, 2(2), 127-137.
M. A. Khan 1985. "Role of auditor in an Islamic economy," Journal of Research in Islamic Economics.
Minarni. 2013. Audit Syariah dan Tata Kelola Lembaga Keuangan Syariah. Jurnal La Riba Vol 7, No.1 2013: Good Corporate Governance dalam Lembaga Keuangan Syariah. Universitas Islam Indonesia.
Mohd Ali,N.A, Muhamed,Z.M, Shahimi, Shahida, & Shafii, Zurina (2005). “Competency of Shariah Auditor in Malaysia: Issues and Challenges.” IIUM: Journal of Islamic Finance 4.1: 022-030.
Otman, radial dan rashid ameer (2016), Konseptualisasi tugas dan peran auditor dam lembaga keuangan syariah. Jurnal La Riba.
Shafii, Z., Salleh, S. &Shahwan, S. (2010).Management of shari'ah non-compliance audit risk in the Islamic financial institutions via the development of shari'ah compliance audit framework and shari'ah audit programme. Kyoto Bulletin of Islamic Areas Studies, 3.2, pp. 3-16.
Published
2019-09-05
How to Cite
FEBRIAN, Dodi. Problematika Audit Syariah Pada Lembaga Bisnis Di Indonesia. Jurnal Istiqro, [S.l.], v. 5, n. 2, p. 154-164, sep. 2019. ISSN 2599-3348. Available at: <http://ejournal.iaida.ac.id/index.php/istiqro/article/view/427>. Date accessed: 17 oct. 2019. doi: https://doi.org/10.30739/istiqro.v5i2.427.
Section
Articles