Penemuan Hukum dalam Sistem Peradilan Indonesia: Suatu Kajian Teoretis dan Normatif Berbasis Studi Kepustakaan

Authors

  • Slamet Riyadi Universitas Islam Nusantara Bandung, Indonesia, Indonesia
  • Nur Ahmad Fadillah Universitas Islam Nusantara, Bandung, Indonesia
  • Ade Hasan Santoso Universitas Islam Nusantara, Bandung, Indonesia
  • Asep Sapsudin Universitas Islam Nusantara, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30739/darussalam.v17i2.4932

Keywords:

legal discovery; judicial interpretation; rechtsvinding; Indonesian judiciary; normative legal research

Abstract

 Legal discovery (rechtsvinding) by judges has increasingly become a central phenomenon in the Indonesian judicial system, particularly in response to normative gaps, ambiguous regulations, and conflicts of legal norms. This study aims to analyze the characteristics, techniques, and implications of legal discovery in the Indonesian judiciary from a theoretical and normative perspective. The research employs a normative legal research method with a library research approach, examining Indonesian legal literature, doctrines, and court decisions published between 2021 and 2025. The findings indicate that legal discovery is consistently practiced by judges as a mechanism to bridge written law and social reality. Judges apply various interpretative techniques, including grammatical, systematic, teleological interpretation, legal analogy, and value-based approaches, depending on the nature of the case. Legal discovery is generally oriented toward achieving substantive justice while maintaining legal certainty and judicial legitimacy. However, differences in interpretative techniques may potentially affect the consistency of judicial decisions. This study concludes that legal discovery is a legitimate and necessary judicial practice, provided it is carried out within clear normative and methodological boundaries. The implications of this research highlight the importance of strengthening interpretative guidelines and judicial reasoning capacity to ensure accountable and consistent legal discovery in Indonesian courts.

Keywords: legal discovery; judicial interpretation; rechtsvinding; Indonesian judiciary; normative legal research

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, M. (2023). Hukum responsif dan peran hakim dalam dinamika masyarakat modern. 53(2), 215–232. https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no2.2023

Arifin, Z. (2021). Kekuasaan kehakiman dan batas penafsiran hukum oleh hakim. 18(3), 401–418. https://doi.org/10.31078/jk1834

Fadli, M. (2024). Hak asasi manusia dalam pertimbangan hakim: Pendekatan progresif peradilan Indonesia. 15(1), 55–71.

Fitrianto, A. (2025). Penemuan hukum dan keadilan substantif dalam praktik peradilan Indonesia. 14(1), 1–18. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v14i1.2025

Harini, S. (2024). Metode penafsiran hukum oleh hakim dalam sistem peradilan Indonesia. 11(2), 145–162.

Hidayat, R. (2023). Penafsiran teleologis dalam putusan pengadilan Indonesia. 16(2), 233–250. https://doi.org/10.29123/jy.v16i2.2023

Ibrahim, J., & Johnny, M. (2022). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia Publishing.

Indonesia, K. Y. R. (2024). Laporan tahunan Komisi Yudisial 2023.

Ismaini, D. (2025). Penemuan hukum dan tantangan kepastian hukum di era transformasi sosial. 14(1), 33–52.

Kamil, A. (2022). Disparitas putusan hakim dan problem kepastian hukum. 7(2), 101–118.

Khasanah, U. (2024). Pendekatan nilai dalam penemuan hukum oleh hakim. 6(1), 77–93.

Kurniawan, A. (2022). Legislasi dan keterbatasan hukum tertulis dalam masyarakat plural. 19(4), 489–504.

Laksana, A. (2022). Keadilan substantif dalam pertimbangan hukum hakim. 10(1), 25–41.

Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum. Kencana Prenada Media Group.

Mulyani, S. (2024). Yurisprudensi sebagai instrumen pengendalian penemuan hukum. 9(1), 60–78.

Nugraha, R. (2023). Separation of powers dan peran hakim dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. 5(2), 141–159.

Nurhayati, S., & Putra, R. (2023). Systematic literature review dalam penelitian hukum normatif. 4(1), 1–16.

Pramudya, A. (2021). Kontekstualisasi hukum dalam putusan pengadilan. 8(2), 99–114.

Rachman, I. (2023). Legitimasi putusan hakim dan kepercayaan publik. 16(3), 301–319.

Ramadhani, F. (2023). Penemuan hukum hakim dalam perkara perkawinan beda agama. 33(1), 121–140. https://doi.org/10.21580/ahkam.v33i1.2023

Saputra, D. (2023). Pedoman penafsiran hukum dan konsistensi putusan hakim. 5(2), 87–103.

Setiawan, B. (2021). Batas antara penafsiran hukum dan pembentukan hukum oleh hakim. 51(4), 623–641.

Sulaiman. (2021). Perubahan sosial dan tantangan hukum modern. 12(1), 15–32.

Suparni. (2022). Penemuan hukum oleh hakim dalam perspektif normatif dan sosiologis. 29(2), 211–230.

Suteki. (2022). Hukum progresif: Basis epistemologis dan praksis peradilan. Thafa Media.

Wicaksono, G. (2022). Kritik terhadap pendekatan nilai dalam penemuan hukum. 9(3), 201–219.

Wijaya, A. (2021). Konsistensi putusan hakim dan kepastian hukum. 6(1), 45–62.

Yuniarti, D. (2023). Hakim dan pertimbangan kontekstual dalam perkara publik. 14(2), 165–182.

Downloads

Published

2026-04-13

Issue

Section

Articles

Citation Check