Larangan Menikah dengan Pezina Perspektif Maqashid Syariah

Authors

  • Hanif Al Fauzi Nur Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia
  • Yusuf Baihaqi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia
  • Muhammad Zaki Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30739/darussalam.v17i1.4263

Keywords:

Larangan menikah, Pezina, Maq??id as-Syar?'ah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji larangan menikah dengan pezina (az-Z?n? dan az-Z?niyah) dalam perspektif Maq??id as-Syar?'ah sebagaimana yang termuat dalam ayat-ayat al-Qur'an dan hadis Nabi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi dua aspek utama: pertama, bagaimana pandangan ulama terhadap larangan menikah dengan pezina; kedua, bagaimana tinjauan Maq??id as-Syar?'ah terhadap larangan menikahi pezina. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan bersifat normatif, yaitu dengan mengkaji sumber-sumber primer berupa al-Qur'an, hadis, serta literatur fikih klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua pandangan dari para ulama yang membahas persoalan ini, pertama adalah ulama yang menghalalkan pernikahan ini disebabkan tidak adanya pelarangan secara mutlak oleh Rasullah dan menurut ulama ini surat an-N?r ayat 3 hanyalah pelarangan untuk melakukan zina dan bukan sebagai bentuk pengharaman, dan pendapat kedua adalah mengharamkan pernikahan dengan pezina dikarenakan landasan hukumnya jelas sebagaimana terdapat dalam surat an-N?r ayat 3 dan dalam hadis Nabi SAW. Dalam perspektif Maq??id as-Syar?'ah, larangan ini mencerminkan perlindungan terhadap agama (?if? ad-D?n), keturunan (?if? an-Nasl), jiwa (?if? an-Nafs), akal (?if? aq-‘Aql), dan menjaga harta (?if? am-Mal). Oleh karena itu, larangan tersebut tidak hanya bersifat normatif-teologis, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan memiliki fungsi preventif yang relevan dengan pembinaan keluarga.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Latif Khatib, M. (1964). Awdahu At-tafsir. The Egyptian Press.

al-Ash’ath ibn Ishaq, A. D. S. ibn. (1392). Sunan Abu Dawood (Vol. 02). Al-Maktaba al-Asriya.

Al-Asqalani, I. H. (2007). Terjemahan Bulughul Maram. Pustaka Imam Adz-Dzahabi.

Ali, A. H. (t.t.). Ahkam as-Sultoniyah (Juz 1). Dar al Fikr.

AL-Qurthubi, I. (2007). Tafsir Al-Qurthubi (Jilid 5). Pustaka Azzam.

Asy-Syaukani, I. (2013). Tafsir Fathul Qadir. Pustaka Azzam.

Auda, J. (2013). Maq?sid Al-Shar?`ah: A Beginner?s Guide. SUKA Press.

Az-Zuhailli, W. (1986). Ushul Fiqih (Juz II). Dar al Fikr.

Az-Zuhailli, W. (2013). Tafsir Al-Munir. Gema Insani Press.

Hamka. (2003). Tafsir Al-Azhar. Pte Ltd Singapura.

Hanbal, A. bin M. (1995). Musnad Imam Ahmad bin Hanbal (01 ed.). Dar Al-Hadith.

Jarir Ath-Thabari, M. I. (2009). Tafsir Ath-Thabari. Pustaka Azzam.

Muzakir, K. (2022). Zina Dalam Perspektif Hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. formosa Journal of Science and Technology (FJST), 01(01).

Nurhayati. (2018). Memahami Konsep Syariah, Fiqih, dan Ushul Fiqih. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(2).

Nurul Irfan, Masyrofah. (2015). Fiqh Jinayah. Amzah.

Quthb, S. (2004). Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Gema Insani Press.

Sabiq, S. (1993). Fikih Sunnah. PT. Al-Ma’Arif.

Sarwat, A. (2019). Maqashid Syariah. Rumah Fiqih Publishing.

Shalih al-Utsaimin, M. bin. (2004). Fat?u dzil jal? wal Ikram Syarh Bul?gul Mar?m. Dar Al Wathan.

Tantu, A. (2013). Arti Pentingnya Pernikahan. Jurnal Al Hikmah, XIV(02).

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia (3 ed.). Balai Pustaka.

Downloads

Published

2025-09-30

Issue

Section

Articles

Citation Check