Larangan Menikah dengan Pezina Perspektif Maqashid Syariah
DOI:
https://doi.org/10.30739/darussalam.v17i1.4263Keywords:
Larangan menikah, Pezina, Maq??id as-Syar?'ahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji larangan menikah dengan pezina (az-Z?n? dan az-Z?niyah) dalam perspektif Maq??id as-Syar?'ah sebagaimana yang termuat dalam ayat-ayat al-Qur'an dan hadis Nabi. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini meliputi dua aspek utama: pertama, bagaimana pandangan ulama terhadap larangan menikah dengan pezina; kedua, bagaimana tinjauan Maq??id as-Syar?'ah terhadap larangan menikahi pezina. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan bersifat normatif, yaitu dengan mengkaji sumber-sumber primer berupa al-Qur'an, hadis, serta literatur fikih klasik dan kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua pandangan dari para ulama yang membahas persoalan ini, pertama adalah ulama yang menghalalkan pernikahan ini disebabkan tidak adanya pelarangan secara mutlak oleh Rasullah dan menurut ulama ini surat an-N?r ayat 3 hanyalah pelarangan untuk melakukan zina dan bukan sebagai bentuk pengharaman, dan pendapat kedua adalah mengharamkan pernikahan dengan pezina dikarenakan landasan hukumnya jelas sebagaimana terdapat dalam surat an-N?r ayat 3 dan dalam hadis Nabi SAW. Dalam perspektif Maq??id as-Syar?'ah, larangan ini mencerminkan perlindungan terhadap agama (?if? ad-D?n), keturunan (?if? an-Nasl), jiwa (?if? an-Nafs), akal (?if? aq-‘Aql), dan menjaga harta (?if? am-Mal). Oleh karena itu, larangan tersebut tidak hanya bersifat normatif-teologis, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan memiliki fungsi preventif yang relevan dengan pembinaan keluarga.
Downloads
References
Abdul Latif Khatib, M. (1964). Awdahu At-tafsir. The Egyptian Press.
al-Ash’ath ibn Ishaq, A. D. S. ibn. (1392). Sunan Abu Dawood (Vol. 02). Al-Maktaba al-Asriya.
Al-Asqalani, I. H. (2007). Terjemahan Bulughul Maram. Pustaka Imam Adz-Dzahabi.
Ali, A. H. (t.t.). Ahkam as-Sultoniyah (Juz 1). Dar al Fikr.
AL-Qurthubi, I. (2007). Tafsir Al-Qurthubi (Jilid 5). Pustaka Azzam.
Asy-Syaukani, I. (2013). Tafsir Fathul Qadir. Pustaka Azzam.
Auda, J. (2013). Maq?sid Al-Shar?`ah: A Beginner?s Guide. SUKA Press.
Az-Zuhailli, W. (1986). Ushul Fiqih (Juz II). Dar al Fikr.
Az-Zuhailli, W. (2013). Tafsir Al-Munir. Gema Insani Press.
Hamka. (2003). Tafsir Al-Azhar. Pte Ltd Singapura.
Hanbal, A. bin M. (1995). Musnad Imam Ahmad bin Hanbal (01 ed.). Dar Al-Hadith.
Jarir Ath-Thabari, M. I. (2009). Tafsir Ath-Thabari. Pustaka Azzam.
Muzakir, K. (2022). Zina Dalam Perspektif Hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. formosa Journal of Science and Technology (FJST), 01(01).
Nurhayati. (2018). Memahami Konsep Syariah, Fiqih, dan Ushul Fiqih. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(2).
Nurul Irfan, Masyrofah. (2015). Fiqh Jinayah. Amzah.
Quthb, S. (2004). Tafsir Fi Zhilalil Qur’an. Gema Insani Press.
Sabiq, S. (1993). Fikih Sunnah. PT. Al-Ma’Arif.
Sarwat, A. (2019). Maqashid Syariah. Rumah Fiqih Publishing.
Shalih al-Utsaimin, M. bin. (2004). Fat?u dzil jal? wal Ikram Syarh Bul?gul Mar?m. Dar Al Wathan.
Tantu, A. (2013). Arti Pentingnya Pernikahan. Jurnal Al Hikmah, XIV(02).
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia (3 ed.). Balai Pustaka.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Semua artikel yang dipublikasikan dapat diakses secara umum melalui online dan bersifat bebas download
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/













